Posted by: xtrhic | August 17, 2010

Rajin Plagiat Belajar

Baru-baru ini situs teman-teman saya di LangitSelatan.com mendapatkan bahwa banyak artikelnya telah di copy paste tanpa ijin oleh KoranAnakIndonesia. Ada sekitar 21 posting dari LangitSelatan sendiri dan ada beberapa lagi yang setelah saya lihat dan bandingkan sendiri berasal dari situs NetSains.

Administrator di Langit Selatan mengirimkan surat kepada administrator KAI. Sayangnya balasan dari KAI sangat tidak simpatik, tidak ada permintaan maaf atau janji perbaikan atas mekanisme reportase pada KoranAnakIndonesia. Malah yang ada pembelaan bahwa reporternya masih muda. Justru selagi masih muda perlu diingatkan bahwa penjiplakan bukanlah suatu tindakan yang diterima di dunia.

Sikap-sikap permisif seperti ini yang membuat suatu lingkaran setan yang tidak pernah berakhir. Dimulai dari “biar saja masih anak-anak” dan “cuman sedikit kok yang saya ambil, cuman 10%”. Mau sampai kapan sikap permisif ini?

Saya tidak akan bercerita mendalami mengenai bukti-bukti fisik dari penjiplakan Koran Anak Indonesia karena sudah well documented oleh rekan-rekan di LangitSelatan, SimplyVie dan RyoSaeba. Tapi ingin saya angkat disini adalah niat-niat baik untuk mendidik khayalak ramai seperti yang dilakukan KAI, cemar dan menjadi self-serving karena ternyata niatan KAI tidaklah mendidik dan malah menyesatkan.

Kenapa menyesatkan?

Karena pertama-tama mereka melakukan pembenaran atas penjiplakannya.

Kedua, karena mereka melakukan pembohongan publik bahwa mereka adalah penulisnya dan mungkin ahlinya dalam bidang tersebut.

Ketiga, karena alasan-alasan diatas, seakan-akan plagiat adalah tindakan yang diterima.

Pada saat kita marah-marah mengenai hasil karya bangsa  dijiplak oleh negara tetangga, kita malah mengajari anak-anak kita bahwa menjiplak dan mengakui karya orang adalah hal yang lumrah dan diterima.

Pada saat orang-orang sedang berjuang untuk keharuman nama bangsa, seperti yang dilakukan tim dari Indonesia di Youth Olympic Games, di Olimpiade Informatika dan lain-lain, KAI malah memberi contoh untuk mengambil jalan pintas. Sangat berlawanan dengan mission statement yang ada pada halaman About mereka.

Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan informasi dan minat baca anak dan remaja maka dibentuklah media KORAN ANAK INDONESIA. Dalam langkah awal akan dibuat dalam bentuk media online dan dalam waktu dekat akan dibuat dalam bentuk media cetak secara langsung.

juga yang terdapat pada banner mereka sekalian:

SELAMATKAN MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA, Media Informasi untuk Anak dan Remaja Indonesia yang Berteknologi, Berpengetahuan, Bermoral dan Berwawasan Jauh ke Depan

Bayangkan kalau KAI benar-benar menjadi media cetak dengan kebiasaan seperti ini. Bisa-bisa setiap hari ada penuntutan dari berbagai pihak.

Sebenarnya apa yang diminta oleh LangitSelatan dan mungkin juga blog/ situs lain yang di copy-paste oleh KAI hanyalah pengakuan bahwa KAI mengambil dari sumber A, B atau C. Sederhana kan? Tinggal mereka tambahkan bahwa artikel/ posting ini diambil dari situs A (atau B atau …). Terakhir jika memang yang anda lakukan adalah agregator, yaitu pengumpulan artikel-artikel yang menarik, akuilah bahwa anda agregator. dan jangan taruh tanda hak cipta pada laman-laman anda jika memang tidak layak.

Tapi yang selanjutnya dilakukan oleh admin KAI adalah semakin menakjubkan, mereka menyadur postingan, menjadi seolah-olah mereka yang mengarangnya. Kemudian mereka tambah-tambahkan bahasan-bahasan lain yang mereka pikir berkaitan. Akibatnya, malah terdapat kesalahan-kesalahan yang fatal. Mereka meng-copy-paste dari situs yang menggunakan bahasa lain dari bahasa Indonesia sehingga istilah-istilah baku Indonesia dikesampingkan dengan terjemahan KAI yang salah.  Teknis-teknis kesalahan ini dan yang lainnya bisa dibaca di posting Vie.

Belum lagi persoalan netiquette yang terdapat pada posting RyoSaeba. Dari penggunaan beberapa nama samaran untuk membela diri hingga cara anda  moderasi komentar di web KAI (dan mem-ban komentar yg tidak sesuai dengan hati anda).

Kids, don’t try this at home

Seriously, you want to teach kids to love reading?  I agree, kids need  to learn to love reading and they need to learn how to gather and present information from and to the Net. But not from the examples that you have given in your website. I strongly recommend you change your ways and apologize to all the children (and adults) that have been fooled by you and your site. Until you do, I am telling my friends and their children to stay away from your site.

Advertisements

Responses

  1. the end justifies the means, begitu mungkin paham judarwanto, direktur KAI. sudah punya 2 juta hits, dan akan membuat versi cetak, sudah terlihat sekali niatnya monetizing their plagiarism.

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Dondi, wicak. wicak said: my last rant regarding the issue http://bit.ly/bN4j2U #noplagiarism #indonesia65 cc @ivie97 @sigantengkalem […]

  3. disini ah nulisnya. kata bu ES yg akhirnya baca artikel bintang di KAI. artikelnya sebagian hsl tulisan GIP AS’95 di wiki. nah kalau dibaca keseluruhan, tulisan bintang itu kayak kodok lompat2. hehehehe.

    aku sih cuma baca yg alam semesta. itupun mabok dr big bang tau2 ada pembentukan tata surya. ga kebayang gabungin kuliah kosmo yg penuh tensor ama tasur yg isinya mbl. hehehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: